Manusia dan Laut: Awal Ketergantungan Manusia pada Sumber Daya Perairan

Related Articles

Penulis: Ashrullah Djalil

NALAR – National Archaeology, Sejak ratusan ribu tahun lalu, nenek moyang kita sudah mulai memanfaatkan laut dan perairan sebagai sumber makanan dan alat bantu hidup. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa sejak sekitar 160.000 tahun lalu, manusia modern awal (Homo sapiens) sudah mengonsumsi kerang laut di kawasan Afrika Selatan, seperti di Situs Pinnacle Point dan Gua Blombos.

Di tempat-tempat ini, para arkeolog menemukan sisa-sisa kerang yang dimakan, serta tulang ikan dan bahkan hewan laut lain seperti anjing laut dan penguin. Menariknya, mereka juga menemukan alat dari tulang yang mungkin digunakan untuk menangkap ikan atau hewan laut lainnya.

Temuan Manik-Manik berbahan Kerang di Gua Blombos (Sumber: researchgate.net)

Di Afrika timur, khususnya di Katanda, ditemukan tombak dari tulang yang sangat canggih, berusia sekitar 90.000 tahun, digunakan untuk menangkap lele di sungai. Ini menunjukkan bahwa manusia pada masa itu sudah cukup terampil memanfaatkan teknologi untuk memancing, baik di laut maupun di sungai.

Tak hanya sebagai makanan, laut juga menjadi sumber bahan untuk hiasan dan seni. Di Gua Blombos, ditemukan manik-manik dari cangkang kerang berusia sekitar 75.000 tahun. Temuan serupa juga ditemukan di Israel dan Aljazair, yang memperlihatkan bahwa membuat perhiasan dari kerang adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan secara intens oleh manusia zaman dahulu.

Bahkan, ada temuan mengejutkan dari Indonesia tepatnya di Trinil, Jawa Timur yang menunjukkan bahwa Homo erectus, manusia purba sebelum Homo sapiens, mungkin juga menggunakan kerang sebagai ornamen atau alat. Sebagian kerang ditemukan dengan lubang yang tampaknya sengaja dibuat, dan ada juga yang memiliki ukiran mungkin merupakan bentuk seni tertua yang pernah ditemukan di dunia.

Potret Nelayan Mandar yang Sedang Beristirahat ditengah aktifitas Pemancingan Ikan Tuna di Pulau Bungintende, Morowali Sulawesi Tengah (Dok. Ashrullah Djalil)

Kemampuan manusia memanfaatkan laut berkembang lebih pesat setelah sekitar 50.000 tahun lalu, ketika manusia mulai bermigrasi ke wilayah Asia dan Pasifik, termasuk Kepulauan Wallacea (sekarang bagian dari Indonesia timur dan Timor Leste). Di Gua Jerimalai, Timor Leste, ditemukan tulang ikan tuna yang merupakan ikan laut yang terkenal cepat dan sulit ditangkap berusia 42.000 tahun. Situs ini juga menghasilkan kail ikan dari kerang yang diperkirakan berusia lebih dari 23.000 tahun.

Peta yang menunjukkan Paparan Sunda, Wallacea, dan Paparan Sahul dan situs-situs utama Pleistosen, dengan umur kronometrik terkait (Sumber: Ono, 2016)

Kail dan alat pancing dari masa yang hampir bersamaan juga ditemukan di Eropa dan Asia, yang menunjukkan bahwa penangkapan ikan secara aktif dan terencana telah menjadi bagian penting dari kehidupan manusia modern di berbagai belahan dunia.

Temuan Mata Kail dari Kerang Berusia lebih dari 23.000 tahun di Gua Jerimelai, Timor Leste (Sumber: Hystoryofinformation.com)

Lebih dari sekadar bertahan hidup, manusia mulai mengembangkan hubungan yang kompleks dengan laut—menggunakannya sebagai sumber makanan, alat, seni, dan identitas budaya. Dari Afrika hingga Indonesia, dari sungai hingga samudra, kisah kita sebagai spesies tidak bisa dipisahkan dari air.

Kini, dengan kemajuan penelitian arkeologi, para ilmuwan dapat menelusuri jejak adaptasi manusia terhadap lingkungan pesisir. Salah satu fokus penting adalah Kepulauan Wallacea, termasuk Leang Sarru di Kepulauan Talaud dan Gua Jerimalai di Timor Leste, yang menjadi saksi awal kemampuan manusia menaklukkan tantangan laut. Situs-situs ini tidak hanya membantu kita memahami masa lalu, tetapi juga bagaimana kita, sebagai manusia, telah menjadi bagian dari ekosistem laut selama puluhan ribu tahun.

Referensi:

Ono, R. (2016). Human History of Maritime Exploitation Process to Coastal and Marine Enviroments-A View from the Case of Wallacea and the Pasific. Intech Open.

More on this topic

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Popular stories