Penyeberangan Laut Sejak Zaman Purba: Jejak Awal Manusia di Wallacea dan Pasifik

Related Articles

Penulis: Ashrullah Djalil

NALAR-National Archaeology, Tahukah Anda bahwa manusia sudah berani menyeberangi lautan sejak ratusan ribu tahun lalu, bahkan mungkin sebelum manusia modern seperti kita muncul? Sejarah panjang hubungan manusia dengan laut ternyata dimulai jauh lebih awal dari yang kita kira.

Homo erectus: Penjelajah Awal dari Afrika ke Asia Tenggara

Sekitar 1,8 juta tahun lalu, sekelompok manusia purba dari Afrika yang dikenal sebagai Homo erectus mulai bermigrasi keluar dari benua asalnya. Mereka pertama kali ditemukan di luar Afrika di Republik Georgia, lalu menyebar ke Asia, termasuk ke Pulau Jawa, Indonesia. Fosil mereka yang tertua di Jawa berumur sekitar 1,6 juta tahun, menandakan bahwa wilayah tropis Asia Tenggara sudah menarik perhatian manusia purba sejak lama karena kekayaan alamnya.

Karena saat itu Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan masih menyatu dengan daratan Asia membentuk Paparan Sunda, migrasi ke wilayah ini bisa dilakukan tanpa harus menyeberangi laut cukup berjalan kaki.

Rekonstruksi Homo Erectus (Sumber: National Geographic)

Kehadiran Homo Floresiensis Sebagai Bukti Awal Penyeberangan Laut Manusia Prasejarah?

Namun, sebuah pola yang berbeda muncul kita membahas tentang Pulau Flores di bagian timur Indonesia sebagai wilayah yang termasuk dalam Kepulauan Wallacea. Tidak seperti pulau-pulau di barat, Flores tidak pernah terhubung dengan daratan Asia, bahkan saat air laut surut di zaman es. Untuk mencapainya, manusia harus menyeberangi laut sejauh setidaknya 19 km.

Penemuan alat-alat batu yang berusia sekitar 840.000 tahun yang lalu di Flores, menjadi penanda kuat proses migrasi manusia prasejarah kala pleistosen. Bukti tersebut kemudian diperkuat oleh penemuan spesies manusia yang sangat unik di Liang Bua di Flores. Spesies ini diberi nama Homo floresiensis, sering dijuluki “manusia hobbit” karena tubuhnya kecil. Usianya jauh lebih muda sekitar 17.000 hingga 70.000 tahun lalu namun bentuk tubuhnya sangat primitif.

Peta Situs yang menyimpan Bukti Tinggalan Kebudayaan Maritim Awal beserta garis wallace (Sumber: Ono, 2016)

Kemunculan Homo Floresiensis hingga saat ini masih menjadi teka-teki besar. Akan tetapi, bukti yang ada, mengantar kita untuk setidaknya dapat mengagumi cara mereka bertahan hidup dan melintasi bentang alam samudera yang begitu luas.

Tengkorak Homo Floriensis dan Rekonstruksi bentuk Wajahnya (Sumber: cdn.mos.cms.futurecdn.net)

Homo sapiens: Penjelajah Laut Sejati

Sementara itu, manusia modern (Homo sapiens) muncul di Afrika sekitar 200.000 tahun lalu, dan mulai menggunakan sumber daya laut seperti kerang dan ikan secara rutin sejak 160.000 tahun lalu. Bukti penggunaan laut oleh manusia modern banyak ditemukan di situs-situs pantai di Afrika Selatan seperti Pinnacle Point dan Gua Blombos.

Setelah mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan pesisir, manusia modern mulai bermigrasi keluar dari Afrika antara 100.000 hingga 60.000 tahun lalu, melalui Timur Tengah, India, dan Asia Tenggara. Mereka mencapai Australia sekitar 50.000 tahun lalu, yang saat itu menyatu dengan Papua Nugini membentuk Benua Sahul.

Untuk sampai ke Sahul, mereka harus menyeberangi lebih dari 80 Kilometer lautan terbuka, bahkan saat permukaan laut sedang rendah karena zaman es. Ini adalah bukti tertua perjalanan laut besar-besaran oleh manusia, dan menandai tonggak penting dalam sejarah adaptasi manusia terhadap laut.

Perahu Sandeq yang sedang Berlayar diiringi Perahu Orang Bajau di Teluk Lalong, Luwuk Sulawesi Tengah (Sumber: tim Ekspedisi Bajau Sulawesi)

Wilayah Wallacea, yang mencakup bagian timur Indonesia dan Timor Leste, adalah penghubung antara Asia dan Australia. Di sinilah manusia harus menghadapi tantangan laut terbuka untuk bisa melanjutkan migrasi mereka. Karena itu, Wallacea menjadi kunci penting dalam memahami awal mula hubungan manusia dengan laut dan keterampilan maritimnya.

Kini, penelitian arkeologi di tempat-tempat seperti Flores, Timor Leste, dan Kepulauan Talaud terus menggali jejak masa lalu, membuka cerita menakjubkan tentang betapa luar biasanya kemampuan bertahan dan beradaptasi manusia sejak zaman prasejarah.

Sumber

Ono, R. (2016). Human History of Maritime Exploitation Process to Coastal and Marine Enviroments-A View from the Case of Wallacea and the Pasific. Intech Open.

More on this topic

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Popular stories